DATA SEKOLAH
2015


Mengenal TIK, potensi dan memanfaatkanTIK dalam pembelajaran untuk membantu dan mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran kurikulum 2013. Mengenal TIK dalam pembelajaran
Mengidentifikasikan jenis-jenis peralatan TIK serta manfaat/potensi yang dapat digunakan dalam pembelajaran  Memanfaatkan TIK dalam pembelajaran serta langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran implementasi kurikulum 2013 dengan integrasi TIK.
Memanfaatkan TIK Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013
Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang TIK ?
TIK atau Teknologi Informasi Dan Komunikasi – TIK adalah singkatan dari Teknologi Informasi Dan Komunikasi atau jika dalam bahasa Inggris ‘Information and Communication Technologies’
Baca Juga Peran TIK Dalam Kurikulum Nasional

Aspek Cakupan TIK
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Sehingga berbagai proses kegiatan yang bisa dilakukan manual jauh lebih mudah dan cepat


Manfaat TIK Pembelajaran
  • mempermudah dan memperluas akses bahan pembelajaran;
  • meningkatkan mutu pembelajaran 
  • Mempermudah penyampaian materi pembelajaran dalam bentuk multimedia
  • meningkatkan profesionalisme guru 
  • meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan administrasi pembelajaran
Banyak Media Pembelajaran berbasis TIK salah satunya ada istilah e-learning dan situs penyedia media pembelajaran online tersebut bisa bapak ibu lihat pada link berikut:


Kurikulum 2013, Dan Kurikulum Nasional, apa bedanya ? portal kami url nya Kurikulum Nasional bukan berarti kami menyatakan juga Kurikulum 2013 berubah lagi, pada akhir revisi Kurikulum 2013, banyaknya pemberitaan yang menyatakan bahwa Kurikulum 2013 digantikan oleh Kurikulum Nasional, ini sama sekali tidak betul memaknai makna dan arti bahasa Kurikulum Nasional sejatinya yang dimaksud Kemdikbud.

Saya dan Bapak/Ibu Guru semua tentu tak ingin gagal memaknai nya apa arti dan Maksud Bahasa Kurikulum Nasional serta apakah menjadi nama baru untuk Kurikulum 2013 seperti yang santer diberitakan media online.
Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Nasional Apa Beda Nya

Sedikit kami kutip pernyataan Menteri Anies tentang apa itu Kurikulum Nasional apakah perannya menggantikan Kurikulum 2013 ? tentu hal itu dibantah keras oleh beliau karena tidak ada satupun Permendikbud beliau yang memuat kalimat tentang ketegasan Kurikulum Nasional untuk menggantikan Kurikulum 2013 Hingga saat ini.

Pada berita yang kami lansir dari sumber Kemdikbud mengenai Evaluasi Kurikulum 2013 Sudah Tuntas Mendikbud mengatakan, setidaknya ada dua aspek yang dievaluasi dalam Kurikulum 2013, yaitu desain Kurikulum 2013 dan dokumen Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum 2013 saat ini masih dilakukan secara bertahap sambil menunggu hasil evaluasi Kurikulum 2013.

Mendikbud juga membantah kabar yang beredar mengenai penggantian nama Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Nasional. Kurikulum Nasional, katanya, bukanlah nama baru dari Kurikulum 2013, melainkan bermakna bahwa kurikulum tersebut berlaku secara nasional. “Tidak ada Permendikbud yang menyebut tentang Kurikulum Nasional,” tegasnya.

Menteri Anies menuturkan, implementasi Kurikulum 2013 akan tetap dilanjutkan sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dirampungkan Kemendikbud. “Kita ingin proses perbaikan kurikulum tidak dipandang sebagai satu-satunya cara meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Ini hanya salah satu caranya,” ujarnya.

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 terbaru Hasil Revisi untuk SD, SMP,SMA dan SMK Berdasarkan Permendikbud nomor 53 tahun 2015, Peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan salah satu agenda prioritas pembangunan pendidikan nasional tahun 2015-2016 sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Disamping tersedianya kurikulum yang handal, salah satu aspek terpenting dalam upaya menjamin kualitas layanan pendidikan adalah menyediakan sistem penilaian yang komprehensif sesuai dengan standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan.

Untuk itu Direktorat Jendera Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan), telah menyusun Panduan Penilaian pada satuan pendidikan dasar dan menengah diantaranya adalah Panduan Penilaian

Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Kurikulum 2013 yang diimplementasikan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014. Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran berbasis aktivitas, yang diharapkan akan menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegrasi.

Hal ini berimplikasi pada pelaksanaan penilaian yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan,
dan keterampilan, yang dilakukan menggunakan berbagai cara, antara lain observasi, penilaian proyek, dan portofolio

Pada kenyataannya penilaian berdasarkan Kurikulum 2013 pada awal penerapannya belum terlaksana sepenuhnya sebagaimana diharapkan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan di satuan pendidikan pelaksana Kurikulum 2013, teridentifikasi bahwa permasalahan utama dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah pada penilaian hasil belajar peserta didik.

DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SD 2015 FINAL
DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SMP 2015 FINAL
DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SMA 2015 FINAL
DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SMK 2015 FINAL

Tujuan Pelibatan Publik atau Partisipasi Publik pada Kurikulum Nasional yaitu untuk Melakukan proses yang terbuka dan bertanggung jawab dalam pengembangan dan implementasi kurikulum nasional dengan melibatkan seluruh pelaku di ekosistem pendidikan Memfasilitasi masukan publik pada aspek dokumen kurikulum, buku, kesiapan guru dan sekolah, baik yang bersifat evaluatif maupun aspiratif Mendapatkan contoh model implementasi yang beragam, efektif dan efektf untuk potensi anak teruji di lapangan.

Pada Kerangka Dasar Kurnas, Publik diundang untuk memberi masukan bagi topik-­topik kunci yang dibutuhkan dalam beberapa seri diskusi publik maupun bentuk lain. Peserta diskusi terdiri dari undangan, namun sebagian kegiatan akan bersifat terbuka bagi yang ingin mendaftar
dan yang memiliki kontribusi sesuai dengan tema diskusi.

Dilakukan di berbagai tempat di Indonesia (representasi kawasan geografis,pengaruh,tingkat pendidikan), seluruh proses dikomunikasikan terbuka lewat mekanisme online

Contoh tema seri diskusi publik:
• Standar kelulusan siswa
Harapan siswa setelah lulus 12 tahun dari sistem pendidikan di Indonesia
• Proses belajar menyenangkan dan efektif bagi siswa
• Praktek-­‐praktek efektif dalam membentuk karakter positif
• Muatan lokal: Proses belajar efektif yang sesuai dengan potensi lokal
• Proses Penilaian yang efektif dengan potensi anak

Kurikulum nasional adalah standar minimal yang diterapkan di seluruh Indonesia
sedangkan daerah dan sekolah dapat mengembangkan kurikulum sesuai keunikan dan konteks kebutuhannya.
Pelibatan Publik Dalam Proses Pengembangan Dan  Implementasi Kurnas

Kemdikbud akan bekerja sama dengan daerah dalam hal mengembangkan kapasitas sekolah untuk mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal. Proses perbaikan kurikulum bukan hanya pada perbaikan dokumen tetapi juga fokus pada penguatan kapasitas sekolah dan guru melalui pelatihan dan pendampingan sekolah, baik untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum KTSP maupun 2013.

Dalam proses pengembangan implementasi kurikulum, kemdikbud akan terus menyediakan jalur yang terbuka bagi publik untuk terlibat memberikan masukan lewat berbagai mekanisme dan kanal; antara lain dalam bentuk laporan serta forum-­forum diskusi.

Jika pada sebelumnya kita telah bahas skema Implementasi Kurikulum Nasional untuk tahun 2015 hingga 2019 lihat skema kebijakan Kurikulum Nasional kini kita mencoba berlanjut dari paparan Kemdikbud untuk visi dan misi akan kesiapan Sekolah pada pelaksanaan Kurikulum Nasional yang tak akan lama lagi lewat Monitoring dan Evaluasi pelibatan berbagai pihak agar serta merta Kurikulum ini bisa terlaksana dengan baik.

Kurikulum Nasional dalam kerangka strategis hingga model revisi K13 yang baru menjadikan revisi data Kurikulum yang disempurnakan dalam satu kesatuan, namun dengan itu perlunya hal-hal mendasar yaitu seperti yang kami jabarkan dibawah ini.

Persiapan Sekolah Untuk Kurikulum Nasional Dalam Skema Kesiapan sekolah didorong secara kontinyu lewat berbagai metode komprehensif dengan skema persiapan sekolah yang lengkap
Berbagai bentuk Asesmen kesiapan sekolah (termasuk guru) serta tingkat kapasitas
sekolah dalam penerapan kurnas, yang terintegrasi dengan bentuk assessment lain yang sudah ada.
Pelibatan sekolah rujukan untuk ikut mendampingi sekolah lainnya dalam rangka percepatan peningkatan kesiapan sekolah
Tahun Ajaran
2015/2016  10 %  SekolahRintisan + calon sekolah rujukan di tiap kabupaten
2016/2017  15 %  Sekolah lainnya
2017/2018  35 %  Sekolah lainnya
2018/2019  40 %  Sekolah lainnya

Tahap
implementasi: Kriteria sekolah sasaran dan proses monev dikoordinasikan lebih lanjut oleh unit terkait
Persiapan Sekolah Untuk Kurikulum Nasional Dalam Skema

Catatan:
1. Diluar skema ini, peningkatan kapasitas kepsek/guru secara umum
akan sejalan dengan mendorong kesiapan sekolah untuk menerapkan
kurikulum nasional serta pengembangan berkelanjutan
2. Indikator keberhasilan skema persiapan ini adalah 90% sekolah
yang didampingi siap menerapkan kurikulum nasional.

Dalam Kerangka Strategis Kurikulum Nasional (Kurnas) Mendikbud 2015-2019 memfokuskan Terbentuknya insan serta ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangat gotong-royong.
Dalam Strategi Pertama 
Penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan
Menguatkan siswa, guru, kepala sekolah, orangtua dan pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan.Memberdayakan pelaku budaya dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan perilaku yang mandiri dan berkepribadian.

Strategi Kedua
Peningkatan mutu dan akses
Meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup Standar Nasional Pendidikan untuk mengoptimalkan capaian Wajib Belajar 12 tahun.  Meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang terpinggirkan. Fokus kebijakan didasarkan pada percepatan peningkatan mutu dan akses untuk menghadapi persaingan global dengan pemahaman akan keberagaman, penguatan praktik baik dan inovasi.

Strategi Ketiga
Pengembangan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik.
Melibatkan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan
dengan berbasis data, riset dan bukti lapangan. Membantu penguatan kapasitas
tata kelola pada birokrasi pendidikan di daerah Mengembangkan koordinasi
dan kerjasama lintas sektor di tingkat nasional, Fokus kebijakan dimulai dari
mewujudkan birokrasi Kemdikbud RI yang menjadi teladan dalam tata kelola yang
bersih, efektif dan efisien serta melibatkan publik.
Skema Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum Nasional

SASARAN PENERAPAN KURIKULUM NASIONAL

  • 1. Pengembangan Kurikulum Nasional sebagai standar minimal di semua sekolah di Indonesia yang terintegrasidi dalam 1 kurikulum setiap sekolah
  • 2, Pengembangan ragam kurikulum sekolahberbasis kekuatan lokal
  • 3. Peningkatan kapasitas sekolah (termasuk guru) dalam menerapkan kurnas,dan dalam tahap selanjutnya mampu secara mandiri mengembangkan kurikulum sekolah sesuai konteks kebutuhannya
  • 4. Materi & alat ajar pendukung kurikulum yang bermutu dan beragam


Pelaporan hasil belajar dilakukan oleh pendidik yang diberikan dalam bentuk laporan hasil semua bentuk penilaian. Pelaporan hasil belajar merupakan hasil pengolahan oleh pendidik dengan menggunakan kriteria kompetensi sikap, yang dinyatakan dalam deskripsi kualitas, kompetensi pengetahuan dinyatakan dalam predikat dan deskripsi kualitas, kompetensi keterampilan dinyatakan dalam predikat dan deskripsi kemahiran.
A. Deskripsi Sikap
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengisian rapor kompetensi sikap:
1. Tuliskan deskripsi pada aspek sikap spiritual dan aspek sikap sosial yang sesuai dengan pencapaian peserta didik berdasarkan hasil observasi guru kelas, catatan guru agama, catatan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), muatan lokal, dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai unsur utama, sedangkan penilaian diri dan penilaian antarteman sebagai alat konfirmasi.
2. Mendeskripsikan kecenderungan aspek yang menonjol berdasarkan hasil observasi dari guru-guru dan kegiatan belajar pada butir 1 yang ditulis dengan kalimat positif.
3. Mendeskripsikan aspek sikap yang sangat baik dan mendeskripsikan aspek sikap yang masih perlu bimbingan.

Contoh deskripsi:
Sikap Spiritual
Fani Maelani terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar, dalam bersyukur perlu bimbingan lebih lanjut.
Sikap Sosial
Fani Maelani sangat disiplin, dalam hal kepedulian terhadap teman dan lingkungan perlu bimbingan.

B. Predikat dan Deskripsi Pengetahuan dan Keterampilan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengisian rapor kompetensi pengetahuan dan keterampilan:
1. Tentukan nilai akhir setiap kompetensi dasar pada muatan mata pelajaran.
2. Nilai setiap kompetensi dasar diperoleh dari gabungan Nilai Ulangan Tengah Semester (NUTS), dan Nilai Ulangan Akhir Semester (NUAS).

NA = (NUTS + NUAS)
      2
Catatan:
Ulangan harian digunakan untuk kepentingan remedial dan pengayaan, dapat dilakukan setiap akhir tema.

3. Predikat diperoleh dari nilai akhir pada setiap kompetensi dasar.
4. Predikat yang ditulis dalam rapor berupa: A; B; C; dan D.
5. Deskripsi pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan memperhatikan aspek yang dicapai pada setiap muatan pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar.
6. Deskripsi ditulis dengan kalimat positif sesuai capaian predikat tertinggi dan terendah yang diperoleh peserta didik pada aspek tertentu.
7. Capaian predikat C dan D dideskripsikan sebagai capaian yang perlu bimbingan.

PETUNJUK PENGISIAN RAPORT

1. Rapor dipergunakan selama peserta didik yang bersangkutan mengikuti seluruh program pembelajaran di Sekolah Dasar tersebut;
2. Identitas Sekolah diisi dengan data yang sesuai dengan keberadaan Sekolah Dasar;
3. Daftar Peserta didik diisi oleh data siswa yang ada dalam rapor ini;
4. Identitas Peserta didik diisi oleh data yang sesuai dengan keberadaan peserta didik;
5. Rapor  harus dilengkapi dengan pas foto berwarna (3 x 4) dan pengisiannya dilakukan oleh Guru Kelas;

6. Kompetensi inti 1 (KI-1) untuk sikap spiritual diambil dari KI-1 pada muatan pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti;
7. Kompetensi inti 2 (KI-2) untuk sikap sosial diambil dari KI-2 pada muatan pelajaran PKn;
8. Kompetensi inti 3 dan 4 (KI-3 dan KI-4) diambil dari KI-3 dan KI-4 pada semua muatan pelajaran;
9. Rapor ditulis dalam bentuk predikat dan deskripsi untuk masing-masing muatan pelajaran;
10. Predikat diisi berdasarkan rata-rata pencapaian kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan;
11. Predikat yang ditulis dalam Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik:
A : Sangat Baik; B : Baik; C : Cukup; D : Kurang
Petunjuk Pengisian Raport SD Kurikulum Nasional12. Deskripsi pada kompetensi sikap ditulis dengan kalimat positif berdasarkan kumpulan hasil observasi (catatan) aspek yang menonjol;
13. Deskripsi pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan ditulis dengan kalimat positif sesuai capaian predikat tertinggi atau terendah yang diperoleh peserta didik. Apabila capaian kompetensi dasar yang diperoleh dalam muatan pelajaran itu sama, kolom deskripsi ditulis berdasarkan capaian yang diperoleh;
14. Capaian predikat C dan D dideskripsikan sebagai capaian yang perlu bimbingan.
15. Laporan Ekstrakurikuler diisi oleh kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik;
16. Saran–saran diisi oleh hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian peserta didik, guru, dan orangtua/wali terutama untuk hal-hal yang tidak didapatkan dari sekolah;
17. Laporan tinggi dan berat badan peserta didik ditulis berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan guru bekerjasama dengan pihak lain yang relevan;
18. Laporan kondisi kesehatan fisik diisi dengan deskripsi hasil pemeriksaan yang dilakukan guru, bekerjasama dengan tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat;
19. Prestasi diisi dengan prestasi peserta didik yang menonjol;
20. Kolom ketidakhadiran ditulis dengan data akumulasi ketidakhadiran peserta didik karena sakit, izin, atau tanpa keterangan selama satu semester;
21. Apabila peserta didik pindah, maka dicatat di dalam kolom keterangan pindah.

Deskripsi Hasil Belajar terutama dalam Raport Kurikulum 2013 atau Kurikulum Nasional menjadi beban tersendiri bagi Guru, Misal  Pelaporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik  Sekolah Dasar Penilaian oleh pendidik = penilaian berbasis kelas (classroom based assessment) = penilaian terhadap hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pendidik, baik selama maupun sesudah proses pembelajaran. Penilaian mencakup:
(a) sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2);
(b) pengetahuan (KI-3); dan
(c) keterampilan (KI-4).

Fungsi penilaian:
Formatif: untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Sumatif: untuk melihat ketercapaian atau hasil pembelajaran
Masalah 
KD pada KI-1 berbeda untuk tiap kelas dan tiap muatan pelajaran.
Jumlah KD dalam KI-2 terlalu banyak, dan berbeda untuk tiap kelas dan tiap muatan pelajaran.
Indikator KI-3 dan KI-4 cukup banyak dan sering diulang-ulang, hal ini sangat menyulitkan dalam penulisan deskripsi.
Guru tidak  melakukan pemetaan & analisis KI dan KD
Guru tidak menyusun kisi-kisi untuk menyusun instrumen penilaian.
Guru mengalami kesulitan dalam menuangkan hasil belajar ke dalam deskripsi rapor.

Solusi Permalasahan
Penilaian Sikap (KI-1 & KI-2), dilakukan berdasarkan pengamatan yang dilakukan guru, selama 1 semester. KD aspek sikap (KI-1 & KI-2) tidak dinilai pada setiap muatan pelajaran melainkan cukup dengan satu format penilaian saja. Penilaian KI-3 dan KI-4:, Membuat Pemetaan KI dan KD
Menyusun kisi-kisi, Melakukan analisis (Ulangan Harian, UTS, dan UAS).
Memanfaatkan IT dalam penyusunan Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi.

Contoh KI-1 Dan KI 2
Solusi Deskripsi Hasil Belajar Kurikulum Nasional
Selanjutnya pada aspek yang lain sebagai berikut:
Solusi Deskripsi Hasil Belajar Kurikulum Nasional

Lembar Kerja Siswa (LKS) pada pembelajaran Kurikulum Nasional atau kurikulum 2013 merupakan salah satu cara untuk mengaktifkan siswa ketika pembelajaran. Namun faktanya terkadang guru tidak menerapkan LKS ketika pembelajaran, dan guru hanya menerapkan strategi ceramah (teacher center). Hal tersebut akan berpengaruh pada keterampilan siswa.

Berbagai Implementasi penerapan Lembar Kerja Siswa atau LKS pada suatu sekolah harus di akui tidak banyak yang diterapkan. Dalam kurikulum 2013 pemerintah melalui Kemendikbud telah menyiapkan buku teks untuk sebagai buku panduan pembelajaran yang berisi materi pembelajaran dan lembar kerja siswa (LKS). Sehingga guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat menggunakan LKS yang terdapat di buku teks.
Lembar Kerja Siswa (LKS) SD Media Untuk Belajar Aktif

Sesuai dengan kaidah kurikulum 2013 dimana LKS harus dibuat dengan menerapkan pendekatan saintifik sehingga penerapan LKS dapat mengaktifkan siswa ketika proses pembelajaran di kelas. LKS dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa terutama untuk mengasah
keterampilan. Karena LKS dalam kurikulum 2013 cenderung mengarah ke kegiatan praktikum sehingga keterampilan siswa akan terasah ketika menerapkan LKS. Penerapan LKS dapat digunakan sebagai media untuk belajar aktif

Berikut kami bagikan unduhan Lembar Kerja Siswa untuk Sekolah Dasar/SD sebagai berikut:
LK-1.4 Analisis Keterkaitan SKL, KI dan KD
LK-2 Penggunaan Buku 
LK-3.1 Penyusunan Prota dan Promes
LK-3.2 Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran
LK-3.3 Perancangan Penilaian Autentik
LK-3.4 Penyusunan dan Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
LK-3.5 Penilaian dan Pengisisan Rapor 
LK-3.5 Penilaian dan Pengisisan Rapor
LK-4.1 Analisis Video Pembelajaran
LK-4.2 Praktik Pembelajaran Terbimbing

    Juknis atau petunjuk tekhnis pembuatan RPP Kurikulum Nasional atau Kurikulum 2013 sebagaiman kami lampirkan dibawah ini link unduhan nya merupakan panduan yang bisa dijadikan referensi Bapak/Ibu dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP, sebagaiman telah kita ketahui bersama Panduan Pembuatan RPP pada tiap Kurikulum selalu ada baik itu KTSP 2006 maupun yang saat ini Kurikulum 2013, tak berbeda jauh unsur materi dalam pembuatan RPP

    Pengertian RPP
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu hari.
    Panduan Pembuatan RPP Kurikulum Nasional

    Komponen RPP
    • Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
    • Kelas/Semester
    • Tema
    • Subtema
    • Pembelajaran ke-
    • Alokasi waktu
    • Kompetensi Inti
    • Kompetensi Dasar dan Indikator
    • Tujuan Pembelajaran
    • Materi Pembelajaran
    • Metode Pembelajaran
    • Media, alat, dan sumber  pembelajaran
    • Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
    a. Pendahuluan
    b. Kegiatan Inti
    c. Penutup
    • Penilaian
    Proses Penyusunan RPP
    Mengkaji Silabus Tematik, Pada kurikulum 2013, silabus telah dikembangkan di tingkat nasional ke dalam bentuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan ke dalam bentuk proses pembelajaran

    Mengkaji Buku Guru
    Pada buku guru terdapat diantaranya: Kompetensi Inti (KI) Pemetaan Kompetensi Dasar (KD), Pemetaan Indikator, Tujuan Pembelajaran Media dan alat pembelajaran
    Kegiatan Pembelajaran Penilaian Refleksi, Pengayaan dan Remedial
    Pendampingan bersama orangtua

    Mengkaji Buku Siswa
    Buku siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang memudahkan siswa untuk terlibat aktif di dalam pembelajaran

    Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
    Disusun untuk memberikan bantuan kepada para guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional Memuat rangkaian kegiatan manajerial yang dilakukan guru Merupakan langkah-langkah guru dalam membuat peserta didik aktif belajar.
    Selengkapnya silahkan unduh pada link dibawah ini......

    Program Tahunan dan Program Semester Kurikulum Nasional/Kurikulum 2013 dengan model baru hasil revisi, kami bagikan link download secara gratis untuk Bapak/Ibu Guru Semua, Perangkat Kegiatan Belajar Mengajar Kurikulum Nasional.Kurikulum 2013 ini menjadi bagian penting untuk rekan rekan Guru dalam kegiatan administrasi kelas setiap harinya.

    Meski awal ini kami bagikan untuk Sekolah Dasar/SD yang kedepan kita lanjut pada Perangkat Kurikulum Nasional untuk SMP/MTs, SMA dan SMK
    Prota Dan Promes Kurikulum Nasional

    File-File unduhan kami bagikan pada link yang kami lampirkan dibawah ini. dengan harapan file-file ini bisa bermanfaat bagi Rekan Rekan Guru di Indonesia.
    Program Tahunan dan Program Semester Kurikulum 2013 atau Kurikulum Nasional Sebagai Berikut
    Silahkan download pada link dibawah ini

    PROMES KELAS 1 (a) KURNAS
    PROTA    KELAS 1 (a) KURNAS
    PROTA    KELAS 1 (b) KURNAS
    PROMES KELAS 2 (a) KURNAS
    PROTA    KELAS 2 (a) KURNAS
    PROMES KELAS 4 (b) KURNAS
    PROTA    KELAS 4 (a) KURNAS
    PROMES KELAS 5 (b) KURNAS
    PROTA      KELAS 5 KURNAS 

      18.11 , , , , ,
      Panduan dan Contoh Lembar Interaksi Orang Tua Siswa ini sangat baik digunakan oleh Bapak/Ibu disekolah karena untuk diketahui saja Peran Keterlibatan Orang Tua, Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, dan berkembang menjadi dewasa. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.
      Lembar Interaksi Orang Tua Siswa Pada Kurikulum Nasional

      Tujuan Interaksi Orang Tua dan Sekolah Pada Kurikulum Nasional Dalam Pembelajaran
      Terciptanya kesamaan pemahaman tentang Pembelajaran di Sekolah Dasar dalam Kurikulum 2013/Kurikulum Nasional antara Orang Tua dan Sekolah
      Terciptanya keseimbangan pola didik antara di sekolah dan di rumah
      Terciptanya hubungan/interaksi yang efektif bagi  peserta didik dengan orang tua

      Serta pada kendala atau hambatan yang telah dianalisis tersebut solusi dari revisi kurikulum 2013 yang baru ini adalah sebagai berikut dalam peran serta orang tua dalam pendidikan:

      Keterlibatan dapat berupa:
      1. menyediakan fasilitas belajar
      2. mengawasi kegiatan belajar
      3. kerjasama 

    • LEMBAR KERJA ORANG TUA SISWA
    • PANDUAN INTERAKSI SEKOLAH DAN ORANG TUA
    • Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM Kurikulum 2013 terbaru dalam bentuk Permendikbud no 53 tahun 2015, menggunakan pola atau cara hitung yang sedikit berbeda, penghitungan KKM Kurikulum Nasional memiliki muatan sebagai berikut yang kiranya Bapak/Ibu harus ketahui, dari berbagai Kompetensi Dasar dan Indikator ada sejak awal muatan materi sebagai berikut:
      1. Kompetensi Inti
      2. Kompetensi Dasar
      3. Indikator Pencapaian Kompetensi
      4. Kriteria Penentuan KKM
          a. Kompleksitas
          b. Daya Dukung
          c. Intake Siswa
      5. Hasil KKM Dalam Aspek
          a. Sikap
          b. Keterampilan
          c. Pengetahuan
      Cara atau Panduan Hitung KKM Kurikulum Nasional, Untuk Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

      Silahkan unduh pada link diibawah ini.

      Puskurbuk sudah mencatatkan beberapa perubahan KD dari Kelas 1 hingga Kelas XII  draft perubahan KD atau kompetensi dasar dalam perbaikan meliputi beberapa mata pelajaran yang kami rincikan dibawah ini.

      Dari jenjang SD hingga SMA
      1. Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti
      2. Perbaikan KD IPA SD s/d SMA
      3. Perbaikan KD Mapel Bahasa Indonesia
      4. Perbaikan KD IPS SD,SMP dan SMA
      5. Perbaikan KD Matematika SD S/d SMA

      Perubahan KD/Kompetensi Dasar Pada Kurikulum 2013  Untuk Tahun 2016
      Ada banyak lagi yang lagi yang tentunya harus direvisi dari Kompetensi dasar itu maupun kompetensi inti akan menjadi sebuah indikator jika ada salah satu bagian yang tak relevan maka hasilnya juga kurang baik kalau tak segera di perbaiki atau revisi.

      Untuk selengkapnya berikutlah draft data perubahan Kurikulum 2013 menjadi kurikulum 2013 baru atau kurikulum nasional yang digadang-gadang akan tampil tak akan lama lagi di dunia pendidikan Indonesia
      lihat link berikut

      Perubahan KD Pada Kurikulum Nasional

      Setelah beberapa kali revisi kurikulum, kurikulum nasional lah yang paling cocok saat ini, hal itu ditegaskan kemdikbud bahwasanya kurikulum yang ada sebelumnya tidk mencerminkan PBP atau budi pekerti dalam pengembangan karakter yang baik.

      Dengan demikian lima komponen pendidikan karakter tercermin dalam PBP yang sudah dicanangkan kemdikbud, hal ini pun secara linear disampaikan pada seluruh Kepala Dinas Pendidikan seluruh Indonesia.

      Ada kewajiban, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dan sesudah belajar, Berdoa, Upacara dilaksanakan wajib pada hari senin, kegiatan tersebut berada pada non kurikuler bukan intra kurikuler atau ekstra kurikuler.
      Kurikulum Nasional Sebagai Penumbuhan Budi Pekerti

      Program non kurikuler sebagai penguat program intra kurikuler sendiri sekali pun tejadwal harus menjadi kebiasaan, guru menjadi teladan yang baik dalam hal ini sekaligus perangkat sekolah yang juga mendukung program ini.

      Disinilah letak kurikulum nasional yang dijanjikan, dimana adanya keseimbangan, karakter bangsa dan pengetahuan, sejauh mana implementasinya tinggal kita koreksi diri dari segala unsur elemen pendidikan.

      Salam Pendidikan

      Semangat kurikulum 2013 mendorong kepada semua guru dapat mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi kedalam semua mata pelajaran yang diajarkan sehingga akan lebih menyemarakan inovasi pembelajaran di dalam suasana kelas. Kenyataannya belum semua guru sebagai aktor utama pembelajaran dapat mengimplementasikan TIK kedalam pembelajaran yang mendorong peserta didik memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, lebih jauh lagi bagaimana bisa mendorong suasana manajemen sekolah berbasis TIK.

      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 68 Tahun 2014, memberikan salah satu peran bagi Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) sebagai pembimbing peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK.

      Menurut para ahli, bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya. Istilah bantuan dalam bimbingan tidak diartikan sebagai bantuan material (seperti uang, hadiah, sumbangan, dan lain-lain), melainkan bantuan yang bersifat menunjang bagi pengembangan pribadi bagi individu yang dibimbing. Bimbingan merupakan suatu proses yang mengandung pengertian bahwa bimbingan merupakan kegiatan yang berkesinambungan, bukan kegiatan seketika atau kebetulan. Dalam proses bimbingan, pembimbing tidak memaksakan kehendaknya sendiri, tetapi berperan sebagai fasilitator perkembangan individu. Dalam bimbingan, yang aktif dalam mengembangkan diri, mengatasi masalah, atau mengambil keputusan adalah individu itu sendiri.
      Pada materi pelatihan ini Anda akan mempelajari bimbingan TIK untuk peserta didik dengan beberapa pendekatan yaitu :
      Peran TIK Pada Kurikulum Nasional

      1. Pelaksanaan program bimbingan TIK bagi peserta didik secara klasikal atau kelompok
      2. Pelaksanaan program bimbingan TIK bagi peserta didik secara individual.
      A. Pelaksanaan Program Bimbingan TIK Bagi Peserta Didik Secara Klasikal atau Kelompok
      1. Pelaksanaan Program Bimbingan TIK Bagi Peserta Didik Secara Klasikal
      Salah satu upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan TIK dalam rangka membantu membimbing peserta didik adalah dengan memberikan pelayanan bimbingan secara klasikal atau kelompok. Bimbingan klasikal merupakan bimbingan yang dirancang menuntut pembimbing untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik dikelas secara terjadwal. Pembimbing memberikan bimbingan ini kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau curah pendapat.

      Dari pengertian tersebut disimpulkan bahwa bimbingan klasikal dapat diartikan sebagai bimbingan yang diberikan kepada semua peserta didik.Hal ini menunjukkan

      bahwa dalam proses bimbingan progam sudah disusun secara baik dan siap untuk diberikan kepada peserta didik secara terjadwal, kegiatan ini berisikan informasi yang diberikan oleh seorang pembimbing kepada peserta didik secara langsung.
      Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses bimbingan TIK secara klasikal yaitu bagaimana perbedaan antara mengajar dan membimbing, apa tujuan dan fungsi membimbing secara klasikal, bagaimana langkah-langkah bimbingan secara klasikal, dan materi apa yang harus disajikan pada bimbingan secara klasikal.

      a. Perbedaan Mengajar dan Membimbing
      Bimbingan klasikal berbeda dengan mengajar. Bimbingan klasikal memiliki beberapa ketentuan dalam pelaksanaanya. Adapun perbedaannya antara mengajar dan membimbing :
      1) Bimbingan klasikal bukanlah suatu kegiatan mengajar atau menyampaikan materi pelajaran sebagaimana mata pelajaran yang dirancang dalam kurikulum pendidikan di sekolah, melainkan menyampaikan informasi yang dapat berpengaruh terhadap tercapainya perkembangan yang optimal seluruh aspek perkembangan dan tercapainya kemandirian peserta didik.
      2) Materi bimbingan klasikal berkaitan erat dengan domain bimbingan yaitu bimbingan belajar, pribadi, dan sosial serta aspek-aspek perkembangan peserta didik.
      3) Guru mata pelajaran dalam melaksanakan tuganya adalah menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan tugas guru bimbingan adalah menyelenggarakan bimbingan TIK yang memandirikan peserta didik

      b. Tujuan Membimbing Secara Klasikal
      Untuk mencapai sebuah hasil dari proses bimbingan yang diharapkan maka bimbingan yang klasikal harus memiliki tujuan dan fungsi pendidikan. Menurut Downing (Soetjipto dan Kosasai 200: 50) tujuan bimbingan dan fasilitasi di sekolah adalah membantu peserta didik :
      1) Mengatasi kesulitan dalam belajarnya, sehingga memperoleh prestasi belajar yang tinggi.
      2) Mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan pada saat proses belajar
      3) Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan kelanjutan studi
      4) Mengatasi kesulitan – kesulitan yang berhubungan dengan perancangan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah mereka lulus

      c. Fungsi Membimbing Secara Klasikal
      Bimbingan TIK secara klasikal mempunyai berbagai fungsi, antara lain sebagai berikut :
      1) Dapat terjadinya interaksi sehingga saling mengenal antara guru bimbingan dengan peserta didik
      2) Dapat terjadinya hubungan emosional antara guru bimbingan dengan peserta didik sehingga akan terciptanya hubungan – hubungan yang bersifat mendidik dan membimbing.

      Sekolah Sasaran Pelatihan Kurikulum 2013, Jumlah Sasaran Pelatihan Kurikulum 2013, Catatan: Diambil Database Padamu Negeri SD Kls 3 10,413, SD Kls 6 43,122, Penjas SD, 119, SMP 53,077, SMA/SMK Umum 61,691, SMK Produktif 28,753, Jumlah 197,175

      Unit Pelaksana dan Pengelola Pelatihan Kurikulum 2013
      Menyusun standar pelatihan, mengkoordinasikan pelatihan,  melatih Narasumber Nasional, monitoring dan pengendalian

      Menyiapkan perangkat pelatihan dan melatih Instruktur Nasional dan melaksanakan pelatihan GS
      Melaksanakan Pelatihan Instruktur Nasional dan Guru Sasaran
      Peran LPMP, P4TK, Dan LPPKS Dalam Implementasi Pelatihan Kurikulum Nasional
      Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota Usulan Nama dan Berkas, LPMP/P4TK, Seleksi Administrasi calon NS dan IN Usul calon NS dan IN ke Pusat, Pusbangprodik Menerima usulan Calon NS dari LPMP

      Calon Pendamping adalah Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, dan Tim Pengembang Kurikulum,  yang memenuhi kriteria sebagai berikut.
      1. Telah mengikuti pelatihan pelaksanaan Kurikulum dan Pembelajaran;
      2. Pendidikan sekurang-kurangnya S1/D4, diutamakan di bidang pendidikan;
      3. Telah mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun;
      4. Diutamakan memiliki prestasi akademik;
      5. Diutamakan bagi yang memiliki pengalaman sebagai Narasumber/Pendamping/Fasilitator dalam bidang pendidikan;
      6. Bersedia melaksanakan pendampingan dengan prosedur dan mekanisme yang
      ditetapkan oleh Direktorat terkait;
      7.Direkomendasikan oleh atasan/pejabat yang berwenang.

      Pola Pendampingan Kurikulum Nasional
      Instruktur yang terseleksi, Model ‘on’ dan ‘in’
      Lokasi atau Sekolah yang akan Didampingi, Pendekatan In House Training (IHT)

      PENYUSUNAN MATERI PENDAMPINGAN
      Dinamika Perkembangan Kurikulum
      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
      Model Pembelajaran (berbasis saintifik)
      Penilaian Hasil Pembelajaran
      Pendidikan Karakter
      Layanan Siswa (Hidden Curriculum), Pembinaan Karakter
      Interaksi Sekolah dengan Orangtua
      Penggunaan Peralatan Pendidikan (ABE)
      Manajemen Sekolah
      Budaya Sekolah dan Pencegahan Tindak Kekerasan
      Materi Penunjang Direktorat terkait
      Rencana Tindak oleh sekolah induk dan sekolah imbas


      PENENTUAN PENDAMPING
      PELATIHAN PENDAMPING
      Dilaksanakan oleh Direktorat
      Penyiapan Materi Pelatihan
      Jadwal dan Lokasi Pelatihan Pendampingan
      Cara PELAPORAN PENDAMPINGAN
      Online
      Off line

      Pelatihan guru pada skema kurikulum nasional untuk lanjutan yang koneksinya 4 tahap implementasi kurikulum nasional pada skema pelatihan kurikulum nasional memiliki metode-metode baru. yang nampak di modifikasi pada metode sebelumnya, kita ketahui bersama pada struktur materi pelatihan kurikulum nasional yang pada beberapa hari lalu kami postingkan

      Selanjutnya kami akan membahas Skema Pelatihan Guru pada Kurikulum Nasional
      a. Konsep Kurikulum 
      b. Rancangan Pembelajaran
      c. Penilaian, Kajian Buku, Praktik
      d. Pembelajaran Terbimbing


      Skema Kegiatan Pelatihan Guru Pada Kurikulum Nasional
      a. Konsep Kurikulum
      Dinamika Perkembangan Kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Model Pembelajaran (berbasis  saintifik), Penilaian Hasil Pembelajaran

      b. Rancangan Pembelajaran

      Panduan telaah RPP, Panduan Penyusunan RPP, Konsep Pendekatan Saintifik, Discovery Learning, Project Based Learning, Problem Based Learning Lembar Kerja

      c. Penilaian, Kajian Buku, Praktik
      SKL, KI, KD, Buku Siswa, Buku Guru, Panduan Analisis Buku, Lembar Kerja Analisis Buku

      d. Pembelajaran Terbimbing
      Video Pembelajaran, RPP, Instrumen Penilaian Kinerja Guru,Panduan Peer Teaching

      Kurikulum Nasional menghindari ceramah, tetapi  memberikan contoh praktik baik proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna dengan mengandalkan diskusi, bekerja, mengevaluasi dan simulasi

      Dengan Strategi Pelatihan Guru Kurikulum Nasional
      Diskusi, Tanya jawab, Mengamati tayangan video pembelajaran, Presentasi hasil.
      Diskusi, Tanya jawab, Kerja kelompok menilai RPP yang dibawa peserta, Presentasi hasil
      Diskusi, Tanya jawab, Kerja kelompok analisis buku , Presentasi hasil.
      Diskusi, Tanya jawab, Mengamati tayangan video pembelajaran, Observasi peer teaching.


      Pola pendampingan Kurikulum Nasional pada tahap selanjutnya yang akan kami bahas, sejauh mana dan seperti apa pendampingan terhadap guru pada kurikulum nasional nanti.
      Semoga beramanfaat













      Pada Pelatihan untuk struktur Kurikulum Nasional kita ingat kembali Perancangan Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu, Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu  Penyusunan RPP,  Program Tahunan dan Program Semester, Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran dalam Rapor

      1.Penilaian Awal
      2. Konsep Kurikulum, Dinamika Perkembangan Kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),  Model Pembelajaran (berbasis saintifik), Penilaian Hasil Pembelajaran
      3. Perancangan Pembelajaran  dan Penilaian Kajian & Penggunaan  Buku 
      Struktur Materi Pelatihan Kurikulum Nasional

      4. Mengkaji Buku Guru  dan Buku Siswa (termasuk penggunaannya dengan efektif sebagai SALAH SATU alat belajar pendukung kurikulum) 

      5.Praktik 
      Pembelajaran Terbimbing, Analisis Video  Pembelajaran, Peer Teaching

      6. Penilaian
      Akhir

      Struktur ini pun akan lebih lengkap dan lebih baik lagi jika nanti pada posting berikutnya tentang bahan materi pada pelatihan guru untuk kurikulum nasional yang secara khusus akan kita bahas pada berita selanjutnya...

      Strategi pelatihan guru pada Kurikulum Nasional, SD, SMP, SMA, SMK Mapel Umum dan Peminatan SMA cukup signifikan mengalami perubahan yang baik dari pola serta tata cara yang sedikit berbeda pada sebelumnya KTSP 2006 dan Kurikulum 2013.

      Prinsip Pelatihan Guru
      Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil  Pembelajaran berbasis Kurikulum Nasional
      Strategi Pelatihan Guru Pada Kurikulum Nasional

      Fun and Meaningful Learning
      Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan

      Guru Inspiratif
      Mampu melakukan pembelajaran kontekstual untuk mengembangkan siswa yang produktif, kreatif, inovatif, afektif

      Dengan metode pelatihan guru baik TOT,Guru sasaran dan berbagai metode yang bakal diterapkan diyakin Kurikulum Nasional ini akan komprehensif dirasakan bagi semua kalangan pendidik, terutama tentang metode mengajar, cara belajar serta buku-buku yang mudah di pelajari siswa, hal ini sangatlah berbeda jika kita lihat pada cara pelatihan guru untuk kurikulum sebelumnya

      Revisi Buku Kurikulum 2013 ke Kurikulum Nasional, Kls I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI (Hasil Revisi akan disampaikan dalam bentuk suplemen) Buku Pendidikan Agama Islam Kelas X dan XI untuk sekolah Rintisan akan diganti dengan  buku hasil revisi tahun 2015, pada tahap awal tak banyak perubahan atau revisi Buku Kurikulum Nasional, namun pada sisi lain patut kita cermati Buku-Buku Kurikulum 2013 yang bakal direvisi untuk Kurikulum Nasional nanti

      Penyusunan Buku Tahun pelajaran 2014/2015 untuk Sekolah Rintisan Tahun 2015/2016
      Kls III, VI, IX, dan XII (Penyusunan buku sudah selesai)
      Sedang dilakukan proses lelang oleh Direktorat terkait
      Revisi Buku Kurikulum Nasional Penggunaan di Sekolah Rintisan di  2015/2016

      Mekanisme Pengadaan Buku Tahun 2015 
      Buku Kelas III, VI, IX, dan XII Dibuat oleh Puskurbuk
      Puskurbuk menentukan Spesifikasi Buku
      Berdasarkan Spesifikasi Buku, Panitia Lelang menghitung Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
      Berdasarkan HPS, Direktorat terkait melakukan lelang kepada Percetakan
      Percetakan mencetak dan mendistribusikan buku ke sekolah Rintisan
      Sekolah Mandiri mengadakan buku secara mandiri

      Materi kita berlanjut untuk pembahasan Kurikulum Nasional yang bakal diterapkan, pada sebelumnya kami telah membahas 4 tahap implementasi kurikulum nasional kemudia yang masih bingung dengan baca Kurikulum Nasional Bagaimana bentuknya kali kesempatan ini kami akan melanjutkan Revisi Prinsip Penilaian pda kurikulum

      Berdasarkan Permendikbud No. 160/2014 dan Surat Edaran Bersama Dirjen Dikdas dan Dirjen Dikmen No. 233/C/KR/2015; Sekolah Rintisan adalah sekolah yang sudah melaksanakan K13 selama 3 Semester (Semester keempat) sesuai data pokok yang diberikan sekolah pada awal pelaksanaan
      Sekolah yang baru melaksanakan 1 Semester (26 sekolah) diizinkan melanjutkan mengimplementasikan K13 melalui Keputusan BAN-SM Tahap 1 (untuk kepentingan pengimbasan dan implementasi bertahap)

      Cara Penilaian pada Kurikulum Nasional
      Dilakukan oleh Pendidik selama dalam Proses Pembelajaran dan Akhir Pembelajaran;
      Tujuan Penilaian: Penekanan pada:
      Formatif (Membentuk Karakter dan Perilaku, Menjadikan Pembelajar Sepanjang Hayat – To Drive Learning, Terampil),
      Revisi Prinsip Penilaian Kurikulum Nasional Untuk Tahun Pelajaran 2015/2016

      Diagnostik (Melihat Perkembangan Siswa Dan Feedback-koreksi Pembelajaran),
      Sumatif (Mengukur Capaian yang didapat oleh Siswa dari Hasil Belajar);

      Ranah yang Dinilai Tidak Hanya Pengetahuan dan Keterampilan, melainkan juga Sikap;
      Proses Penilaian: Lebih Sederhana, Terjangkau untuk Dilakukan, Tidak Menjadi Beban bagi Guru/Siswa, tetapi Tetap Mengutamakan Prinsip dan Kaidah Penilaian;
      Penilaiaan Mencakup:
      Penilaian Formatif (Formative Assessment): Titik Berat pada Proses, Hasilnya Menjadi Umpan Balik dalam Perbaikan Pembelajaran,
      Penilaian Sumatif (Summative Assessment): Titik Berat pada Tingkat Capaian Hasil Pembelajaran;
      Penilaian yang Dilakukan Tidak Hanya “Assessment Of Learning” melainkan juga “Assessment For Learning”, dan “Assessment As Learning”.

      ditunggu berita pembahasan kami selanjutnya tentang kurikulum nasional

      Aplikasi Data Pendidikan Buat Trauma Sekolah
      Data pendidikan menentukan fakta nyata suatu Sekolah di kancah Dunia pendidikan. Karena itu, desainnya pun harus mampu menonjolkan kekuatan, keakuratan dan keefisien nan suatu aplikasi untuk menjaring data yang multi fungsi.

      Para Operator Sekolah dan Guru Menilai , dalam berjalannya beberapa tahun input data pendidikan melalui mekanisme pengiriman data online, Sekolah menjadi bingung data, galau data. Ini sebab dualisme pendataan yang intinya datanya sama saja,

      "Misalnya, guna untuk menjaring data calon sertifikasi maka kita harus menggunakan Padamu Negeri, si padamu sendiri pun walau pemanfaatan data untuk calon peserta sertifikasi, anehnya hingga sarpras dan siswa pun minta di input kan... Jangan sampai Sekolah terjebak sebagai wadah ribut data padahal Tupoksi utama bagi guru disekolah itu hanya bagian kecil saja, tetapi pendataan ini tentunya tidak menyusahkan, aplikasi dibuat untuk memudahkan, untuk berkembang kemampuan TIK dengan akurasi data yang paling baik,"

      Di sisi lain, banyak kritik belum maksimalnya data pendidikan di Indonesia. Seharusnya, data pendidikan dapat menjadi wadah kemudahan bukan tumpuk data timpuk data pada aplikasi yang berbeda-beda walau datanya sama saja...

      Desain data pendidikan, idealnya dibentuk sebagai sarana pemberdayaan manusia. Selain itu, efektif dan efisien, memahami kondisi nyata kenyataan dilapangan.

      Indonesia butuh data pedidikan yang berkualitas, aplikasi penjaringan data pun juga harus berkualitas efektif dan efisien

      NUPTK atau nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan menjadi penting saat ini pasalnya NUPTK ini seperti layaknya identitas resmi seorang guru atau tenaga kependidikan dari pusat yang secara jelas bahwa bersangkuta diakui keberadaannya sebagai guru atau tenaga kependidikan.

      Peranan NUPTK saking pentingnya jadi acuan berbagai macam tunjangan untuk guru, dari tunjangan sertifikasi, fungsional hingga bantuan kualifikasi akademik semua didasarkan pada NUPTK nya, tanpa NUPTK jangan berharap untuk mendapat tunjangan tersebut.

      Banyak rekan guru yang sudah mengerti namun banyak pula yang belum memiliki menjadikan cara untuk mendapatkan NUPTK ini tidaklah mudah, jika berstatus guru honor biasa disekolah negeri baru saja mengajar jangan bermimpi untuk segera mendapatkan NUPTK, sebaliknya yang lama pun sudah mengajar bukan berarti sangat mudah.

      Banyak syarat dan ketentuan yang harus dilalui untuk mendapatkan NUPTK ini, berbagai SK dan bukti bahwa yang bersangkutan memang aktif mengajar dan terdata ideal untuk disebut guru yang telah lama mengabdi serta layak mendapatkan tunjangan, atas kinerjanya sesuai ketentuan dan masa kerja serta taat dan disiplinnya yang patut diteladani.

      NUPTK saa ini menjadi persoalan penting, dari berbagai tunjangan, bantuan serta lainnya bagi seorang guru didasari dengan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

      Pada proses penerapan kurikulum nasional disemua sekolah dan semua kelas untuk perbaikan kurikulum 2013 pada ragam model pengembangan kapasitas sekolah secara reguler berbasis kompetensi dan konteks wilayah persiapan sekolah rintisan termasuk didalam nya pengembangan daerah holistik dala lingkup 3T.

      Pada bulan Juli 2015 hingga Juli 2016 94 persen Sekolah menggunakan KTSP 2006
      Kurikulum 2013 dan perbaikannya, hinga berlanjut pada Juli 2016 hingga juli 2017, 75 Persen KTSP 15 Persen K13 dan dan 10 persen Kurikulum 2013 semua kelas.
      Tahap Implementasi Kurikulum Nasional

      Penerapan kurikulum Nasional ini akan sepenuhnya pada tahun 2021 sepenuhnya disini yang kami maksud adalah semua kelas telah melaksanakan kurikulum nasional.

      Pada data sekolah rintisan tahun 2015, kurang lebih 16.991 pada semua jenjang hal ini mengacu permendikbud no 160 tahun 2014, Sekolah rintisan yang dimaksud adalah sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 sudah tiga semester.

      Mekanisme pengadaan buku Kurikulum Nasional tahun 2015.
      Buku Kelas III, VI, IX dan XII dibuat oleh Puskurbuk, Puskurbuk menentukan spesifikasi buku.
      Direktorat terkait akan melakukan lelang terhadap percetakan, percetakan mendistribusikan ke sekolah rintisan, sekolah mengadakan buku secara mandiri

      Pada Proses selanjutnya pada Bimtek,TOT,sosialisasi akan dilakukan secara terjadwal.
      Tunggu info kami pada berita selanjutnya


      Menghitung atau mengubah nilai yang didapat dari seorang guru berdasarkan kurikulum yang berlaku memang tak cukup mudah, pada masa transisi saat ini Kurikulum 2013 dan Kurikulum KTSP begitu membingungkan tak cukup hanya materi yang berubah namun cara penilaian juga ikut-ikutan berubah.

      Pada Kurikulum tingkat satuan pendidikan tahun 2006 atau (KTSP 2006) kita tak mengenal penilaian sikap, juga pada KTSP nilainya cenderung puluhan 0-100 berbeda pada Kurikulum 2013/Kurikulum Nasional, ada tiga aspek sikap, keterampilan, pengetahuan, nah bagaimana jika semisal kita punya nilai Kurikulum 2013 namun perintah atasan kembali ke KTSP, bagaimana cara konversi nya atau merubah dari Kurikulum 2013 ke KTSP.

      Aplikasi excel yang sudah dirumus otomatis ini mampu menjawabnya, kami namakan aplikasi konversi nilai Kurikulum 2013 ke KTSP. cara menggunakannya cukup mudah. lihat tampilan berikut:
      Aplikasi Konversi Nilai Kurikulum 2013 ke KTSP 2006
      Perhatikan cara kami menggunakan aplikasi ini, sangat mudah jika Bapak/Ibu memahami, hanya saja dapat kita ketahui bersama tak ada akumulasi nilai sikap untuk KTSP jadi hanya persoalan nilai keterampilan dan pengetahuan yang kita lakukan perubahan pada nilai untuk jadi nilai KTSP 2006,

      Sangat mudah digunakan, user friendly tak usah diragukan kemampuan aplikasi ini karena telah banyak dipakai para guru.

      Silahkan bagi yang berminat kami sediakan link unduhan dibawah.
      Download Aplikasi Konversi Nilai Kurikulum 2013 ke KTSP 2006


      Media pembelajaran adalah salah satu sarana untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar, Media pembelajaran sendiri tak melulu hanya berbasis TIK dengan benda-benda dilingkungan sekitar pun jika ingin membuatnya amatlah mudah bagi yang mau kreatif.

      Media pembelajaran kami bagikan kali ini berbasis TIK karena di dunia maya ini lebih mudah dibagikan yang berbasis TIK, nah pada kelas 6 SD kita mengajarkan pada peserta didik tentang bagaimana mengenal ciri-ciri makhluk hidup, agar memudahkan saja kami berbagi media pembelajaran yang berbasis power point (PPT)

      Pada media pembelajaran ini kita mengajak siswa memahami ciri-ciri makhluk hidup serta kebutuhanya, agar dikemudian hari anak didik kita mengetahui, cara mengetahui dengan mudah belajarnya kami bagikan media pembelajaran IPA Kelas VI SD
      Media Pembelajaran IPA SD Ciri-Ciri Makhluk Hidup
      Ciri-ciri makhluk hidup, salah satunya jelas bernafas, memerlukan makanan,bergerak, tumbuh,berkembang biak, menerima dan menanggapi rangsang, manusia dan binatang serta tumbuhan memiliki unsur tersebut.

      Bapak Ibu bisa menggunakan media ini pada saat materi tersebut diajarkan pada kelasnya dan semoga aplikasi ini sangat bermanfaat itu harapan kami semua.

      Bagaimana cara menggunakan media pembelajran ini silahkan di unduh pada link dibawah ini.

      Download Media Pembelajaran SD



      Teachers Say Message For You
      The ability of a teacher even able to change the world and the country if properly maximized, Guru who has duties and functions to educate and teach true but sometimes it weighs very heavy task iknum only a handful of teachers who have them.
      Of the administrative class, the learning, the correction value of the student, structuring and counseling to students is also the task of the teacher, but the civil authorities state that this one also has kesibukkan on other things that the data online education.
      Maximizing teacher performance was incredible, but unfortunately not comparable with dimiliknya welfare, teachers preoccupied with the administration in order to get benefits.
      Teachers also the one who is always so patokkan progress and setback human resources, actually felt a heavy weight but again the extent of the government's attention.
      Seems still far from the actual fire, but this is the reality for a teacher, education dogged by problems, not to mention we're talking quality of teachers is increasing. whereas government programs has always spur teachers to continuously improve their competence.
      This article only as a reference for fellow teacher, do not be discouraged and was the best teacher, and may be useful for us all.


      Me as a writer is also a teacher but learning is what remains relentless and we must do, regards education

      Tak lama lagi kita menyongsong tahun pelajaran baru 2015/2016 sejauh mana persiapan bapak ibu pastinya sudah terbiasa dalam tahun ajaran baru kita akan melakukan apa, dari perangkat pembelajaran, media pembelajaran hingga kita akan bertemu siswa-siswa baru nantinya.

      Saya hadirkan aplikasi absensi siswa yang berbentuk excel, niat hati sekali lagi hanya ingin berbagi semoga bermanfaat bagi rekan-rekan pendidik semua, aplikasi Ms.Excel Visual basic ini memiliki keiistimewaan tak hanya fiturenya yang komplit dan simple cara menggunakannyapun sangat mudah untuk kita pakai dalam penginputan absensi siswa pada tiap bulannya.

      Bapak/Ibu hanya perlu menginputkan nama siswa, pada kelas masing-masing, berukuran sekitar 70 kb menjadikan aplikasi ini sangat ringan tidak memenuhi kouta memory milik bapak ibu.
      Download Aplikasi Absen Siswa Tahun Pelajaran 2015/2016

      Isikan nama sekolah, alamat sekolah, kelas, semester dan nama guru kelas serta nama kepala sekolah. karena aplikasi ini hanya satu kali input biodata tersebut akan langsung otomatis sampai pada halaman cetak.

      Pada tiap bulannya kita melakukan absen tinggal kita list apabila berhadir kasih tanda titik, jika sakit kode S dan Ijin I serta alfa maka sebagaimana biasa dengan huruf A.

      Aplikasi absen ini pun menyajikan rekap data, grafik absen hingga bisa di print. mantap bukan....jika berminat silahkan unduh pada link dibawah.

      Download Aplikasi Absensi Siswa Tahun Pelajaran 2015/2016

      Sebagai seorang pendidik atau guru pada sekolah dasar atau smp bahkan SMA sekalipun dalam proses kegiatan belajar mengajar tak bisa ditutupi untuk meningkatkan semangat belajar para siswanya maka perlunya kreatifitas pembuatan media pembelajaran, baik berbentuk animasi flash, slide show powerpoint dan sebagainya.

      Berbagai cara untuk membuat kartun animasi untuk media pembelajaran salah satunya aplikasi yang digunakan secara nyaman dan tak banyak fiture tool yang membingungkan si pembuat, kami perkenalkan aplikasi-aplikasi pembuatan video kartun media pembelajaran.

      1. Windows Movie Maker..aplikasi ini banyak digemari sangat mudah digunakan dari gambar hingga menjadi slide dan bisa diisi lagu serta dengan efek transisi yang sangat mantap, silahkan search di goggle.

      2. Ispring berbentuk kuis dan kinetik dalam membuat e-book, aplikasi ini banyak di jumpai saat  ini, para guru dengan mudahnya membuat tanya jawab dan soal digital baik pilihan menjodohkan hingga multi choice serta uraian

      3. Auto Play, sejenis power point namun berbentuk flash murni tanpa harus kemana-mana lagi mengkonversi hasilnya. sangat nyaman dan aman.

      4. Power Point aplikasi ini siapa yang tak mengenalnya, paling tenar sejagat raya, mudah digunakan dan so pasti bisa digunakan membuat animasi kartun ditambah aplikasi ini satu paket dalam Microsoft.
      Cara Membuat Kartun Media Pembelajaran

      5. Sparkol, aplikasi ini sangat baru, video berbentuk MP4 denga kualitas yang sangat baik serta tampilan yang tak kalah menariknya mejadikan gambar serta panduan didalam nya menjadi hidup dan nyaman digunakan, hasilnya pun layaknya seorang profesional yang membuatnya.

      Itulah tadi beberapa aplikasi dalam membuat media pembelajaran, animasi kartun dan flash yang mungkin bisa dijadikan referensi untuk membuat media pembelajaran dengan kartun.
      Silahkan semua bertebaran didunia maya, bapak ibu bisa search di google, semoga kreatifitasnya bisa tersalurkan. amin

      Dunia pendataan pendidikan digempur dengan berbagai aplikasi pendidikan yang sama datangnya dari pusat, sejatinya penjaringan datanya sama saja kedua aplikasi yang disediakan pihak kemdikbud namun membuat kerjaan input data bertubi-tubi bagi sekolah padahal data yang diisikan sama saja, bahkan tak ada beda.

      Hal ini terlalu dianggap simple oleh pihak pusat, padahal tugas utama guru tupoksi utamanya adalah mendidik dan mengajar kini direpotkan dengan pendataan sekolah yang bermacam aplikasi, tentu saja perlu mengangkat operator sekolah, namun mengangkat OPS ini bukan berarti tanpa masalah, dengan insentif yang kurang jelas, hingga kerjaan yang sama dinput bertubi-tubi pada aplikasi yang berbeda membuat adanya rasa janggal ada apa dengan Kemdikbud, tak bisa kah berkoordinasi antar badan.

      Penjaringan Dapodik, Pemanfaatan Tunjangan,BSM/KIP, Rehab,NISN Siswa dsb, seakan sudah lengkap dari menu dan fiture yang diisikan oleh sekolah, lantas data apalagi yang kurang dari sekolah.

      Padamu Negeri dengan data isian yang sama, namun dimanfaat kan untuk Calon peserta sertifikasi, Diklat para guru, Verval NRG dan NUPTK...lantas apakah data yang diisikan pihak sekolah berbeda, sama sekali tidak hanya kerjaan isi data saja yang bertubi-tubi.

      Beredar kabar padamu negeri tak usah dihiraukan karena secara nyata ini bukan program nasional layaknya Dapodik/Dapodikdas, padamu negeri harapan semua dihapuskan saja, karena disamping datanya sama saja aplikasi berbasis online ini juga sifatnya komersil,

      Begitu banyak iklan yang dipenuhi pada web ini, yang entah buat apa? padahal skala kementrian yang sudah anggaran APBN yang menanggungnya, seperti menampakkan ada kegiatan komersil yang dimanfaatkan keuntungannya untuk pribadi atau pihak tertentu.

      Menggabungkan Padamu Negeri dan Dapodik Juga bukan solusi yang mudah, seberapa besar perhatian ops akan kesejahteraan sebagai ujung tombak pendataan ini, apakah sama saja namun fiture2nya dipernak pernik untuk ditambah.

      Kesimpulannya hapus Padamu Negeri, satukan data saja dengan dapodik, berikan kejelasan akan nasib OPS dan insentifnya agar program pendataan ini bisa berjalan dengan ideal

      Keterangan dalam pengembangan diri sangat penting bagi guru-guru dalam unsur angka kredit pengembangan diri, namun dalam fungsinya tentunya harus diberi keterangan jelas bahwa yang bersangkutan aktif KKG dari pengelola KKG dan UPT setempat agar validasi dan data akurasi diakui, berikut Contoh
      Keterangan aktif KKG Dalam Pengembangan Diri

      SURAT KETERANGAN AKTIF KKG
      Nomor  :025 /KKG-R1 Jaro/5/2015

      Yang bertanda tangan  dibawah ini :
      Nama                   : DENI RANOPTRI, S. Pd
      NIP.                    : 19831103201101 1 007
      Pangkat/Gol        : Pengatur Muda Tk I/II-b
      Jabatan                : Ketua Kelompok Kerja Guru Rayon 1 Jaro
      Unit Kerja           : SD Negeri 2 Garagata

      Dengan ini menerangkan bahwa :

      Nama                     : DENI RANOPTRI, S.Pd
      NIP.                        : 19831103 201101 1 007
      Pangkat/Gol          : Pengatur Muda Tk I/II-b
      Jabatan                    : Guru Kelas
      Unit kerja                : SD Negeri 2 Garagata

      Telah aktif mengikuti kegiatan kelompok kerja guru (KKG Rayon 1 Jaro) sejak tahun 2012, sampai dengan sekarang.
      Demikian Surat Keterangan Aktif  ini dibuat dengan sesungguhnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

      Selama menjadi pendidik saya selalu mengingat bagaiman masa kurikulum 2013 yang lalu terkesan penuh keterdesakkan, secara mendadak pemerintah pusat memberlakukan kurikulum yang sifatnya masih karbitan,

      Pada akhir tahun pemerintahan berganti eranya Jokowi-JK dengan berbagai kebijakan baru, hadir sang menteri pendidikan yang punya pemikiran yang sama seperti apa yang guru rasakan saat itu, terlalu terdesak, materi terlalu banyak, banyak muatan kurikulum yang masih belum sesuai namun terkesan dipaksakan saat itu.
      Analisis ini juga dilakukan Kementrian yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara kurikulum 2013 hingga batas waktu yang ditentukan pada peraturan tersebut.

      Penghentian k13 ini sifatnya hanya sementara menunggu proses pembenahan dan perbaikan dari buku serta materi-materi yang dianggap rumit bagi guru, hal ini tidak lah mudah bagi kementrian untuk melakukannya, banyak kajian dan analisis yang mendalam untuk perubahan itu dan kembali menyusun anggaran pendidikan dalam pembenahan ini.
      Kurikulum Nasional Bagaimana Bentuknya

      Beredar kabar nama kurikulum 2013 akan digantikan kurikulum nasional kedepannya nanti, bagaimana pula bentuknya tanya seorang guru apa mungkin lebih rumit dari sebelumnya dari materi hingga cara penilaiannya?

      Sejauh ini kabar demi kabar nampak terjawab bahwa indikasi lahirnya kurikulum baru namanya ini, memuat struktur materi yang disederhanakan dari materi kurikulum 2013.

      bisa diartikan Kurikulum Nasional jauh lebih mudah dibanding seniornya yang telah gagal

      MKRdezign

      Formulir Kontak

      Nama

      Email *

      Pesan *

      Diberdayakan oleh Blogger.
      Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget